Thursday, October 6, 2016

Tagged Under: , , , , , ,

Edy Nasution Minta Rp500 Juta untuk Melewatkan Masalah PK PT Across Asia Limited



Edy Nasution Minta Rp500 Juta untuk Melewatkan Masalah  PK PT Across Asia Limited

Agen Poker Online 

Seorang Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution mengaku akan meloloskan pengajuan peninjauan kembali (PK) yang dilakukan PT Across Asia Limited (AAL) di Mahkamah Agung. Namun, Edy Nasution meminta uang sebesar Rp500 juta jika ingin pengajuan PK itu berjalan mulus.

Agen Domino Online

Hal ini disampaikan Staf legal PT Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti saat dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK dalam sidang dengan terdakwa Edy Nasution di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Melewatkan Masalah  PK PT Across Asia Limited

Cobalah untuk dibantu, beliau (Edy Nasution) bilang enggak bisa. Akhirnya beliau bilang ya sudahlah saya bantu, saya enggak tahu bantu dalam bentuk apa bantuannya, tapi ya (Edy Nasution) minta Rp500 juta untuk bisa melewatkan masalah KPK.

Poker Online Uang Asli

Menurut Wresti, permintaan bantuan ini diambil lantaran tak ada pilihan lagi.
Sebab, PT AAL merasa dirugikan setelah telat mengajukan PK lantaran tak kunjung menerima putusan kasasi.

Domino Online Uang Asli

Gata -gara Keterlambatan ini disebabkan adanya pergantian kuasa hukum dari PT AAL menjelang putusan kasasi. Kemudian, MA tak mau memberikan putusan itu kepada kuasa hukum baru dari PT AAL Jasa Hukuman.

Agen Poker Tanpa Robot

Kami enggak peduli mau menang atau kalah.Yang penting kami ada hak untuk melakukan PK ujar dia Sebelumnya berdasarkan putusan kasasi, PT AAL dinyatakan pailit setelah kalah melawan PT First Media. Namun, hingga 180 hari berdasarkan Undang-undang PT AAL tak kunjung mengajukan PK.