Monday, November 21, 2016

Tagged Under: , , , ,

Ahmad Dani : Kita Gunakan Bambu Runcing pada Demo 2 Desember Nanti



Info PokerV99 - Walaupun status Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama, hal itu ternyata belum bisa diterima oleh sejumlah pihak termasuk organisasi Front Pembela Islam (FPI).

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Sekretariat Jenderal FPI, Habib Novel Bamu'min mengatakan bahwa pihaknya kurang puas karena Ahok hanya ditetapkan sebagai tersangka dan tidak di tahan. "Saya sebagai perwakilan FPI merasa kurang puas dengan keputusan ini. Kenapa harus jadi tersangka? seharusnya langsung dipenjara aja. Kami khawatir Ahok akan menghilangkan barang bukti dengan jabatannya", ujar Novel.

AGEN POKER UANG ASLI


Oleh karena itu, beredar isu yang menyebutkan bahwa akan terjadi kembali demo susulan pada 2 Desember mendatang bertakjub Bela Islam III. Sebelumnya sudah terjadi demo besar-besaran pada 4 November kemarin yang dipimpin oleh FPI di Jakarta.

AGEN DOMINO UANG ASLI


Bahkan artis Ahmad Dhani menghimbau agar para pendemo agar terus menekan aparat negara. "Jadi Aksi 2 Desember nanti harus terus di-follow up. Jangan hanya retorika," tegas Dhani saat ditemui di sela acara Konsolidasi Tokoh Nasional bertajuk "Kembali ke Kiblat Bangsa" yang digelar di Universitas Bung Karno, Jakarta, Minggu (20/11).

POKER ONLINE UANG ASLI


Calon wakil Bupati Bekasi ini mengungkapkan sudah menyiapkan ide khusus dalam gerakan yang akan dipimpin Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) tersebut. "Saya sudah punya ide, kita gunakan 1 juta bambu runcing. Namun saya tidak bisa jadi pangilma bambu runcing, saya ikut dalam Pilkada", jelasnya.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


Sementara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berharap agar masyrakat tidak terprovokasi terhadap demo tersebut. "Masyarakat jangan sampai mau diprovokasi. Saya minta masyarakat tolong lebih cerdas. Saya tidak melarang demonstrasi, karena itu adalah hak warga. Tapi tolong jangan sampai kelewat batas, apalagi ada pihak ketiga. Kalau mau demo, tolong dibatasi sehingga bisa dikontrol pemimpin demo", ujar Tito.

BACA JUGA :