Sunday, November 6, 2016

Tagged Under: , , , , ,

Ahok : Saya Siap Dihukum dan Dipenjara Jika Saya Bersalah dan Negara Menjadi Kacau



Info PokerV99 - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok mengaku siap menjalani proses hukum terkait kasus dugaan penistaan agama yang dialamatkan kepada dirinya. Dikabarkan Ahok akan menjalani pemeriksaan oleh Polri pada Senin 07 November mendatang.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tio Karnavian mengatakan Ahok mempunyai kesempatan untuk menghadirkan ahli dan saksi. "Kita beri kesempatan Ahok untuk mendatangkan saksi ahli. Itu akan kita lakukan minggu depan", ujar Tito di Istana Presiden.

AGEN POKER UANG ASLI


Ahok kembali menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh kaum muslim di Indonesia. "Dari hati yang paling dalam, saya ingin sampaikan permintaan maaf. Saya juga akan menjalani proses hukum kok", ucap Ahok.

AGEN DOMINO UANG ASLI


Semua ini berawal saat Ahok sedang berkunjung di Kepulauan Seribu dan difitnah oleh penyebar video yang telah mengedit perkataannya saat itu. Penyebar itu adalah Buni Yani. Sebelumnya Buni Yani mengaku telah menghilangkan kata "pakai"dalam video tersebut. Sedangkan dalam video Ahok yang asli berbunyi "...dibodohi pakai Al-Maidah 51..."

POKER ONLINE UANG ASLI


"Jelas dia (Buni Yani) sudah mengakui kesalahannya. Dia bilang dia ngilangin kata pakai dalam video itu. Jika kita lihat video aslinya, saya mengatakan 'jangan dibodohi pakai Al-Maidah 51' ", jelasnya.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


Akibat video dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, pada Jumat 4 November 2016 lalu sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia yang dipimpin Font Pembela Islam (FPI) melakukan demo di sejumlah dareah di Jakarta. Karena demo itu, sejumlah warga maupun polisi pun menjadi korban amuk massa.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Kini, Ahok menyatakan siap dipenjara jika negara benar-benar kacau akibat dirinya. Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa dia tidak akan mundur dari bursa Pilkada DKI 2017. "Saya siap dipenjara kalau negara ini menjadi kacau karena saya. Tapi saya tidak akan pernah mundur (Pilkada). Lebih bagus saya dipenjara daripada harus mundur", tutup nya.