Tagged Under: , , , , ,

Tim Kuasa Hukum Ahok : Kasus Penistaan Agama Ini Hanya Settingan



AGEN POKER DOMINO UANG ASLI - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat ini ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama Islam. AMantan Bupati Belitung Timur itu dikenai Pasal Pasal 156-a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI

AGEN POKER UANG ASLI


Anggota tim kuasa hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Humprey R Djemat, menyebut kasus dugaan penistaan agama yang menjerat kliennya konyol. Namun demikian, pihaknya tetap akan menghadapi kasus itu karena dia yakin Ahok tidak bersalah. "Pak Ahok itu ibarat jagoan. Dia digebuk di awal, lalu menang di akhir," imbuh dia.\


Menurut Humprey, kasus tersebut adalah rekayasa dan skenario besar. Skenario itu juga termasuk skenario demo 411 dan 212. "Ini settingan, bahkan sampai sikap dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun settingan. Demonstrasi 411 atau 212 itu pun setting-an," kata dia.


Humprey mengatakan, dugaan rekayasa ini bisa terlihat saat pengajuan pelaporan dari masing-masing saksi yang hampir berbarengan.

BACA JUGA :


"Katanya para saksi tersebut tidak saling kenal, walaupun ada yang bilang mereka pernah ketemu. Mereka bilang tidak kenal, tapi waktu mereka lapor bersamaan, sekitar tanggal 6-7 Oktober 2016. Seminggu setelah pidato Ahok," ujar dia.


Selain itu, Tim kuasa hukum Ahok menemukan ada beberapa jawaban yang disampaikan saksi hampir sama. Bahkan, hingga titik dan koma. Hal tersebut tidak mungkin terjadi kecuali mereka saling kenal dan saling bertemu.


Selain itu, kata Humprey, jawaban saksi di persidangan tidak sesuai dan saksi justru menyalahkan penyidik. "Kemudian saat diperiksa mereka mengatakan ada penistaan agama. Sementara itu, di persidangan mereka sama-sama mengatakan penodaan agama. Padahal kedua terminologi tersebut berbeda," ujar Humprey.