Wednesday, February 1, 2017

Tagged Under: , , , , ,

Ketua MUI Sebut Warga Pulau Seribu Marah ke Ahok, Begini Tanggapan Ahok


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Subtitle Indonesia - Dalam sidang kedelapan terkait kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Pusat, Selasa (31/01/2017).

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Sidang kali ini masih beragendakan mendengarkan keterangan dari para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saksi pertama yang memberikan keterangan adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

AGEN POKER UANG ASLI


Ma'aruf Amin mengatakan saat Ahok pidato dan mengatakan Surat Al Maidah ayat 51, ada sejumlah masyarakat Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang marah. Pidato tersebut terjadi pada 27 September 2016 tahun lalu.

AGEN DOMINO UANG ASLI


Menurut Ma'aruf, warga yang marah tersebut tidak berani menyatakan kemarahannya saat pidato berlangsung. "Saat itu (pidato) warga tidak berani marah. Setelah tim penyidik kami (MUI) datang investigasi, baru mereka berani", ucap Ma'ruf.


Mendengar kesaksian tersebut, anggota tim kuasa hukum Ahok, Josefina Syukur menanyakan bagaimana tahap investigasi MUI sehingga bisa berpendapat warga pulau marah kepada Ahok.

POKER ONLINE UANG ASLI


"Bukti (yang marah) ada?," tanya Josefina. "Ketika tim investigasi (MUI) turun mereka menjelaskan bahwa mereka tidak setuju tapi takut. Tidak bisa protes. Sudah ada hasil investigasi," jawab Ma'ruf.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


Setelah sidang selesai, Ahok membantah keterangan Ma'aruf yang menyebut ada warga Pulau Pramuka yang marah kepada dirinya. "Saya keberatan dia (Ma'aruf) bilang ada warga pulau yang marah dan tidak berani protes. Saya kemarin baru ke sana, diterima baik oleh warga dan diajak keliling enam pulau", terang Ahok.

BACA JUGA :